Langsung ke konten utama

Wisata Danau Toba Beserta Legendanya


Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir

    Danau Toba memiliki legenda atau cerita rakyat yang telah didengar banyak orang. Bagi kalian yang belum mengetahui tentang legenda Danau Toba dan Pulau Samosir simak baik-baik.

    Dikenal dahulu terdapat seorang pria bernama Toba yang ingin memancing ikan disungai. Kail Toba tersangkut pada seekor ikan mas, ternyata ikan tersebut dapat berubah menjadi seorang wanita cantik. Singkar cerita, Toba menikah dengan wanita cantik tersebut, namun ada syarat yang diberikan kepada Toba. Dia tidak boleh menceritakan kepada siapapun mengenai asal usul istrinya. 

    Hingga dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Samosir. Di suatu hari Samosir diperintah ibunya untuk mengantar makanan kepada bapaknya (Toba) di ladang. Namun Samosir tidak langsung menjalankan perintah ibunya, melainkan dia pergi bermain. Hingga marahlah Toba karna sangat lapar, hingga berucap kepada Samosir "Dasar anak ikan!". Tiba-tiba bumi berguncang, membuat tanah terbelah, air keluar dari retakan tanah itu. Lalu hujan lebat memenuhi daerah tersebut.

    Menyesallah Toba karena ucapannya yang sudah melanggar janji untuk merahasiakan asal usul istrinya. Hujan lebat itu tidak berhenti, hingga daerah itu menjadi danau yang besar, yang sekarang dikenal sebagai Tao Toba. Samosir sang anak, diberitahu Ibunya untuk menyelamatkan diri dengan mendaki bukit tinggi yang berada ditengah danau tersebut. Samosir pun selamat dengan berada di bukit itu yang sekarang pun dikenal dengan nama Pulau Samosir.


Lokasi dan Harga Tiket Masuk (HTM) Danau Toba 

Lokasi terdekat untuk menuju Danau Toba dengan kendaraan adalah kota Parapat, Simalungun.

Jika dari Terminal Pinang Baris Medan, naik bus jurusan Parapat dengan kisaran perjalanan 6 jam. Dari Parapat sudah bisa melihat indahnya Danau Toba. Jika ingin ke Pulau Samosir, bisa menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Ajibata ke Tuktuk Samosir.

Untuk jam operasionalnya 24 jam

Tiket masuk Danau Toba yaitu 5.000/orang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAGAIMANA STRATEGI PEMASARAN PRODUK SEPATU "VENTELA"

                image credit :  https://images.tokopedia.net/img/cache/500-square/VqbcmM/2022/1/2/75c332ce-57e7-47aa-ad4a-b33863ebed32.jpg   https://cf.shopee.co.id/file/89b1f67dd707f4ac4e93aa366b5b4407_tn      Tren sepatu di Indonesia terus berkembang seiring dengan perubahan gaya hidup, budaya, dan preferensi konsumen. Beberapa kemajuan tren terkini dalam sepatu di Indonesia termasuk Kenyamanan dan Fungsionalitas, Kesadaran Lingkungan, Teknologi dan Inovasi, Diversifikasi Gaya, Kemitraan Kolaboratif, Peningkatan E-commerce, dan Personalisasi. image credit : https://static.wixstatic.com/media/d864c4_feafa35c79da4c388fa147047c11272f~mv2.jpg/v1/fill/w_1726,h_880,al_c,q_90/d864c4_feafa35c79da4c388fa147047c11272f~mv2.jpg     Perlu diingat bahwa tren bisa berubah seiring waktu, dan faktor-faktor seperti perubahan gaya hidup, budaya, dan perkembangan teknologi akan terus mempengaruhi perkembangan industri al...

Transformasi Limbah Ikan Menjadi Pakan Ternak : Solusi Inovatif yang Ramah Lingkungan

  image credit :  Foto Artikel : Pengelolaan Limbah Ikan Menjadi Pakan Ternak - Kompasiana.com      Limbah ikan, yang biasanya dianggap sebagai bahan buangan, kini telah ditemukan memiliki potensi luar biasa sebagai pakan ternak yang bernutrisi tinggi. Di tengah bau khas dari tambak, terdapat peluang besar untuk mengubah sisa-sisa ikan menjadi sumber nutrisi berkualitas untuk hewan ternak. Melalui penerapan teknologi tepat guna (TTG) dan proses pengolahan yang ramah lingkungan, limbah ikan dapat diolah menjadi pakan yang mendukung pertumbuhan optimal ternak.      Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi limbah dan pencemaran lingkungan, tetapi juga menghasilkan pakan yang lebih ekonomis dan berkelanjutan. Mari kita telusuri lebih dalam bagaimana proses transformasi ini berlangsung dan dampaknya terhadap dunia peternakan kita.      Pada hari Minggu, 2 Juni 2024, sebuah inisiatif penting dilakukan oleh kelompok KKN NR 8 Universitas...

Puisi 'Emansipasi Wanita'

Di setiap helaian senja yang merunduk rendah, Ada nyala api di mata yang tak terpadamkan, Wanita-wanita dengan jiwa tegar, melangkah, Mengoyak batas, menghancurkan ketakutan.      Dulu suara mereka sunyi, teredam lembut bayu, Tangan terbelenggu adat, hati tertahan janji, Namun kini dunia mendengar, memandang haru, Pada sinar terang yang memancar tak berhenti.      Tak lagi terkungkung dalam garis usang sejarah, Kini mereka berdiri di puncak-puncak harapan, Mengukir jejak di langit biru, penuh megah, Menyentuh bintang, menggapai angan-angan.      Dari dapur, sekolah, hingga ruang rapat besar, Mereka bersuara, menulis, dan mencipta masa, Tak sekadar pelengkap, tapi pilar yang bersinar, Memberi warna, makna, pada setiap asa.      Tak ada lagi batas yang bisa membelenggu, Mereka bebas, seirama dengan waktu, Menyulam dunia dengan kasih, tanpa jemu, Menyemai cinta, mengukir mimpi baru.      Dengan setiap langkah berani...